Barusan banget...
Temen gue BBM sesuatu yang mengakhiri hari gue ini dengan kegalauan yang lumayan menyiksa diri ini. Serasa ditusuk pake pisau yang gede banget dan tumpul, sakitnya ga langsung bikin mati, tapi perlahan-lahan akan membunuh gue. Hati ini nangis, tapi terasa sangat hampa seakan bukan nangis yang sebenernya gue inginkan. Perut gue mual banget, dada sesak, kepala gue berat, tapi itu semua berasa sangat hampa. Gue ga ngerti cara menjelaskan perasaan gue saat ini...
Pengen banget teriak, tapi hampa, jadi ga bisa teriak! Pengen banget nangis, tapi hampa, jadi ga bisa nagis! Gue bener-bener ga bisa deskripsiin perasaan dan keadaan gue saat ini! Tubuh gue masih utuh, tapi dalemnya tuh berasa udah hancur ga bersisa! Gimana sih... Susah banget ngungkapinnya! Pengen muntah rasanya, tapi gue yakin ga akan ada muntahan apapun yang akan keluar Bolehkah gue nangis? Rasanya ga akan bisa juga! Seandainya Tuhan ijinin gue untuk bisa bereaksi pada kegalauan ini...
AAAAAAAARRRRGGGGGGGHHH!!!
Rabu, 07 Maret 2012
Selasa, 28 Februari 2012
Hanya ingin berbagi sedikit rasa yang menyesakkan hati ini...
Kalo boleh dibilang hari ini dimulai dengan rasa yang membingungkan...
Kenyataan bahwa gue udah diterima di tempat kerja baru ternyata ga cukup melegakan hati. Untuk sedikit informasi, gue baru dinyatakan lolos seleksi penerimaan di suatu perusahaan yang bergerak di dunia perminyakan, disalah satu bilangan daerah kota jakarta. Sesaat setelah pengumuman hasil interview cukup membuat gue riang gembira karena akhirnya keinginan gue untuk resign dari kantor lama akan segera terkabul. Puji syukur gue panjatkan ke hadirat Tuhan karena udah dikasih kesempatan lolos ujian seleksi. Oke, keriangan itu ga berlangsung lama. Singkat cerita untuk beberapa jam kemudian gue dapet SMS dari tante gue, yang adalah HRD perusahaan itu, tapi eitsss... jangan salah paham dulu, gue bisa lolos seleksi tanpa nepotisme apapun, karena gue sama si tante ga terlalu deket dan gue bisa masuk bener-bener melalui tes tertulis. Bunyi SMS-nya kira-kira berinti kalo bekerja di perusahaan itu ada beberapa kekurangan yang akan gue temui. Segeralah-kan gue drop! Sampe akhirnya untuk kemudian gue jadi berpikir lebih panjang, apakah gue akan memutuskan untuk pindah kesitu, atau tetep stay di kantor lama. Keputusan jatuh pada pemikiran bahwa, gue harus berani coba sesuatu yang baru, dan hal-hal yang akan menghampiri setelahnya, baik itu keuntungan, maupun kerugian, biarlah menjadi pelajaran dan pengalaman yang berharga buat gue. Well, sejauh ini tekad gue bulat untuk resign.
Kemudian sampe rumah (setelah tes) keraguan kembali mulai menghampiri. Beberapa kali minta pendapat ke orang terdekat, jawaban yang gue dapat hanyalah penambah ketidak-pastian. Sampe akhirnya gue memberanikan diri untuk konsul langsung ke bos gue di kantor yang sekarang ini (kantor yang gue rencana akan ajukan surat resign). Keputusan gue untuk konsul ternyata semakin mencerahkan... yakni mencerahkan bahwa ga seharusnya gue cabut dari kantor yang sekarang. Hati gue makin bimbang, dan lebih lanjut semuanya tiba-tiba absurd dan sedikit mengecewakan. Timbul hal-hal negatif, mulai dari yang sepele, sampe yang menurut gue adalah hal krusial. Hati ini makin sesek dan serasa kehilangan arah. Timbul satu pertanyaan pamungkas yang bener aja bikin gue drop, hampir terisak nangis, tentang kemana sih hidup gue akan gue bawa? Sebenarnya gue ini hidup untuk siapa sih? Kenapa semuanya terasa begitu membebani gue? Latar belakang keluarga yang (bisa dibilang) sederhana, latar belakang orang tua yang adalah sangat kolot dan otoriter, latar belakang kaka gue yang agak bangke, sampe latar belakang pribadi gue yang labilnya ngalah-ngalahin anak sevel *eh*
Semuanya cukup mengakibatkan gue cranky sepanjang hari dan makin berasa bodoh. Gue hari ini bawaannya emosi, linglung, dan sahabat-sahabatnya lah... Sampe akhirnya teriakan jiwa ini meminta tolong kepada sang yang bertahta atas diri ini, yakni Tuhan Yesus. Tapi teriakan yang tak terjawab ini malah makin membuat frustasi. Gue bener-bener butuh pencerahan... kalo perlu penyembuhan total baik jasmani maupun rohani. Udah terlalu penuh isi kepala ini akan hal-hal yang mengecewakan. Udah terlalu cape hati ini menahan tangis karena menjunjung tuntutan sebuah kodrat akan kenyataan bahwa gue adalah seorang pria, yakni ga boleh nangis, ga boleh cepet putus asa, harus bisa mengambil keputusan, harus punya target hidup, yada yada yada...
MENGAPA TUHAN, MENGAPA? JAWAB AKU YA TUHAN, JANGAN TINGGALKAN AKU! ARAHKAN KU YA BAPA, KARENA KU BUTUH ENGKAU SAAT INI! TOLONG AKU TUHAN, HAMBAMU YANG TAK BERDAYA INI! KASIHANI AKU YA TUHAN, ANAKMU YANG TAK MENGERTI AKAN RENCANAMU! TUHAN AKU BUTUH ENGKAU! AKU BUTUH ENGKAU!
Kenyataan bahwa gue udah diterima di tempat kerja baru ternyata ga cukup melegakan hati. Untuk sedikit informasi, gue baru dinyatakan lolos seleksi penerimaan di suatu perusahaan yang bergerak di dunia perminyakan, disalah satu bilangan daerah kota jakarta. Sesaat setelah pengumuman hasil interview cukup membuat gue riang gembira karena akhirnya keinginan gue untuk resign dari kantor lama akan segera terkabul. Puji syukur gue panjatkan ke hadirat Tuhan karena udah dikasih kesempatan lolos ujian seleksi. Oke, keriangan itu ga berlangsung lama. Singkat cerita untuk beberapa jam kemudian gue dapet SMS dari tante gue, yang adalah HRD perusahaan itu, tapi eitsss... jangan salah paham dulu, gue bisa lolos seleksi tanpa nepotisme apapun, karena gue sama si tante ga terlalu deket dan gue bisa masuk bener-bener melalui tes tertulis. Bunyi SMS-nya kira-kira berinti kalo bekerja di perusahaan itu ada beberapa kekurangan yang akan gue temui. Segeralah-kan gue drop! Sampe akhirnya untuk kemudian gue jadi berpikir lebih panjang, apakah gue akan memutuskan untuk pindah kesitu, atau tetep stay di kantor lama. Keputusan jatuh pada pemikiran bahwa, gue harus berani coba sesuatu yang baru, dan hal-hal yang akan menghampiri setelahnya, baik itu keuntungan, maupun kerugian, biarlah menjadi pelajaran dan pengalaman yang berharga buat gue. Well, sejauh ini tekad gue bulat untuk resign.
Kemudian sampe rumah (setelah tes) keraguan kembali mulai menghampiri. Beberapa kali minta pendapat ke orang terdekat, jawaban yang gue dapat hanyalah penambah ketidak-pastian. Sampe akhirnya gue memberanikan diri untuk konsul langsung ke bos gue di kantor yang sekarang ini (kantor yang gue rencana akan ajukan surat resign). Keputusan gue untuk konsul ternyata semakin mencerahkan... yakni mencerahkan bahwa ga seharusnya gue cabut dari kantor yang sekarang. Hati gue makin bimbang, dan lebih lanjut semuanya tiba-tiba absurd dan sedikit mengecewakan. Timbul hal-hal negatif, mulai dari yang sepele, sampe yang menurut gue adalah hal krusial. Hati ini makin sesek dan serasa kehilangan arah. Timbul satu pertanyaan pamungkas yang bener aja bikin gue drop, hampir terisak nangis, tentang kemana sih hidup gue akan gue bawa? Sebenarnya gue ini hidup untuk siapa sih? Kenapa semuanya terasa begitu membebani gue? Latar belakang keluarga yang (bisa dibilang) sederhana, latar belakang orang tua yang adalah sangat kolot dan otoriter, latar belakang kaka gue yang agak bangke, sampe latar belakang pribadi gue yang labilnya ngalah-ngalahin anak sevel *eh*
Semuanya cukup mengakibatkan gue cranky sepanjang hari dan makin berasa bodoh. Gue hari ini bawaannya emosi, linglung, dan sahabat-sahabatnya lah... Sampe akhirnya teriakan jiwa ini meminta tolong kepada sang yang bertahta atas diri ini, yakni Tuhan Yesus. Tapi teriakan yang tak terjawab ini malah makin membuat frustasi. Gue bener-bener butuh pencerahan... kalo perlu penyembuhan total baik jasmani maupun rohani. Udah terlalu penuh isi kepala ini akan hal-hal yang mengecewakan. Udah terlalu cape hati ini menahan tangis karena menjunjung tuntutan sebuah kodrat akan kenyataan bahwa gue adalah seorang pria, yakni ga boleh nangis, ga boleh cepet putus asa, harus bisa mengambil keputusan, harus punya target hidup, yada yada yada...
MENGAPA TUHAN, MENGAPA? JAWAB AKU YA TUHAN, JANGAN TINGGALKAN AKU! ARAHKAN KU YA BAPA, KARENA KU BUTUH ENGKAU SAAT INI! TOLONG AKU TUHAN, HAMBAMU YANG TAK BERDAYA INI! KASIHANI AKU YA TUHAN, ANAKMU YANG TAK MENGERTI AKAN RENCANAMU! TUHAN AKU BUTUH ENGKAU! AKU BUTUH ENGKAU!
Kamis, 16 Februari 2012
Sekedar masuk...
Keinginan gue untuk berceloteh disini nampaknya sudah membabi buta, karena ga ada bahan postingan pun kayanya ga memberhentikan gue untuk log in dan post entry baru. Maafkan saya para pemirsa, mungkin hanya disini saya bisa menuangkan isi kepala yang nampaknya ga bisa dituangkan dalam dunia nyata...
Ijinkan gue untuk bercakap-cakap tanpa arah karena balik lagi, isi kepala ini terlalu penuh dan butuh media penyaluran. Barusan baca tweet dari salah satu hamba Tuhan, yang sekarang menggerakkan pelayanan lewat dunia komersil, yaitu Phillip Mantofa. Sekedar memperkenalkan (padahal gue juga ga kenal sama beliau), dia adalah pendeta, atau let's just say 'hamba Tuhan' yang mukenye ganteng, ceramahnya asik, dan pembawaannya enak banget. Sekejap gue liat dia di salah satu televisi swasta, langsung cari twitternya (berharap dapet masukan-masukan yang membangun lewat tweetnya) dan ketemu, segera gue follow tanpa pemikiran yang panjang. Oke, cukup sekilas tentang dia, lanjut ke tweetnya, yang menurut gue simpel tapi JLEB ke hati banget. Kira-kira begini bunyi tweetnya, "Coba anda berdiam 1/2 jam, pikirkan apa tujuan Tuhan saat menciptakan anda ke dunia ini." Maaf kalo pak phillip liat dan ternyata salah, tapi yaaah, begicudeh kira-kiraaaa...
Hal pertama yang muncul dibenak gue adalah RETWEET!!! Setelah itu langsung deh terdiam beribu kata. Coba telaah baik-baik dan lakukan hal tersebut. Gue sih langsung kepikiran hidup gue yang susah dan kesuksesan gue dalam melaluinya. Sukses disini jangan disalah artikan. Sukses menurut gue belom tentu sama sama sukses menurut lo. Gue bisa dapet duduk di busway tanpa perlu berdesakan aja say thanks to my God, dan menganggap itu sebuah kesuksesan yang berasal dari Tuhan. Lebih simpel lagi adalah masih bisa napas di setiap bangun pagi itu merupakan kesuksesan dalam hidup gue, menurut gue. Kemudian setelah terdiam sejenak, dan terpikirkan semua kebaikan dan kesuksesan dalam hidup gue, pertanyaan-pertanyaan pun muncul di hati ini. Apakah gue udah bener-bener sukses? Apakah Tuhan merestui semua kesuksesan gue? Apakah Tuhan turut menganggap hal-hal yang menurut gue itu kesuksesan adalah sebuah kesuksesan? Jawaban-jawaban klise dan absurd pun muncul. Tapi kemudian, diantara pertanyaan dan jawaban itu tiba-tiba terpotong oleh sebuah kepercayaan dan prinsip hidup gue, yaitu *JANGAN PERNAH MENGANALISA TUHAN* Kemudian semuanya hilang dan diri gue terasa kosong, tapi bukan kosong yang melongo pertanda bodoh, tapi kosong yang sejahtera karena kayanya pertanyaan-pertanyaan yang muncul tadi sudah terjawab dengan satu kalimat barusan.
Kita ga pernah tau apakah besok Tuhan nge-cut napas kita dan hidup kita masih penuh kekecewaan. Kita ga pernah tau besok ada batu kecil, kita kesandung, lalu isdet. Yekaaan? Jadi yaaa, gue sih selalu megang prinsip itu. Tuhan itu Iya dan Amen. Apa yang menurut Dia terjadi ya terjadi, dan gitu juga sebaliknya. Tau-tau besok lo nemu amplop berisi cek Rp. 500.000.000.000,- siapa yang tau? Hanya Tuhan yang tau. Even lo batuk lo bisa mati kok bro, jadi balik ke prinsip gue tadi, jangan pernah analisa Tuhan. Doi ajaib, mending kita jalanin aja semuanya sebagaimana adanya. Terus kenapa gue jadi kotbah gini sih? Hmmm... Tuhkan, itu salah satu hal yang ga bisa gue analisa dengan cermat, karena gue nih daritadi nulis tanpa pemikiran yang dalem dan jari-jari ini terasa digerakkan oleh sesuatu yang bukanlah ajakan dari saraf motorik dari otak gue. Mungkin lo akan berpikir, "Udeh sih, sok banget iye lo! Kaya bener aja!" Oke baiklah, menurut lo nyeeeeeeeeeettttttttt... Hehehehehehe....
Jadi yaudah begitu aja deh postingan ini. Mau bahas yang lain jadi ga asik karena fokusdari postingan ini udah dapet kan. Kalo dicampur sama yang laen kayanya ga akan asik lagi. Jadi sebaiknya gue akhiri sampai sini aja. Semoga hari kalian malam kalian menyenangkan. Sayonara teman!
Ijinkan gue untuk bercakap-cakap tanpa arah karena balik lagi, isi kepala ini terlalu penuh dan butuh media penyaluran. Barusan baca tweet dari salah satu hamba Tuhan, yang sekarang menggerakkan pelayanan lewat dunia komersil, yaitu Phillip Mantofa. Sekedar memperkenalkan (padahal gue juga ga kenal sama beliau), dia adalah pendeta, atau let's just say 'hamba Tuhan' yang mukenye ganteng, ceramahnya asik, dan pembawaannya enak banget. Sekejap gue liat dia di salah satu televisi swasta, langsung cari twitternya (berharap dapet masukan-masukan yang membangun lewat tweetnya) dan ketemu, segera gue follow tanpa pemikiran yang panjang. Oke, cukup sekilas tentang dia, lanjut ke tweetnya, yang menurut gue simpel tapi JLEB ke hati banget. Kira-kira begini bunyi tweetnya, "Coba anda berdiam 1/2 jam, pikirkan apa tujuan Tuhan saat menciptakan anda ke dunia ini." Maaf kalo pak phillip liat dan ternyata salah, tapi yaaah, begicudeh kira-kiraaaa...
Hal pertama yang muncul dibenak gue adalah RETWEET!!! Setelah itu langsung deh terdiam beribu kata. Coba telaah baik-baik dan lakukan hal tersebut. Gue sih langsung kepikiran hidup gue yang susah dan kesuksesan gue dalam melaluinya. Sukses disini jangan disalah artikan. Sukses menurut gue belom tentu sama sama sukses menurut lo. Gue bisa dapet duduk di busway tanpa perlu berdesakan aja say thanks to my God, dan menganggap itu sebuah kesuksesan yang berasal dari Tuhan. Lebih simpel lagi adalah masih bisa napas di setiap bangun pagi itu merupakan kesuksesan dalam hidup gue, menurut gue. Kemudian setelah terdiam sejenak, dan terpikirkan semua kebaikan dan kesuksesan dalam hidup gue, pertanyaan-pertanyaan pun muncul di hati ini. Apakah gue udah bener-bener sukses? Apakah Tuhan merestui semua kesuksesan gue? Apakah Tuhan turut menganggap hal-hal yang menurut gue itu kesuksesan adalah sebuah kesuksesan? Jawaban-jawaban klise dan absurd pun muncul. Tapi kemudian, diantara pertanyaan dan jawaban itu tiba-tiba terpotong oleh sebuah kepercayaan dan prinsip hidup gue, yaitu *JANGAN PERNAH MENGANALISA TUHAN* Kemudian semuanya hilang dan diri gue terasa kosong, tapi bukan kosong yang melongo pertanda bodoh, tapi kosong yang sejahtera karena kayanya pertanyaan-pertanyaan yang muncul tadi sudah terjawab dengan satu kalimat barusan.
Kita ga pernah tau apakah besok Tuhan nge-cut napas kita dan hidup kita masih penuh kekecewaan. Kita ga pernah tau besok ada batu kecil, kita kesandung, lalu isdet. Yekaaan? Jadi yaaa, gue sih selalu megang prinsip itu. Tuhan itu Iya dan Amen. Apa yang menurut Dia terjadi ya terjadi, dan gitu juga sebaliknya. Tau-tau besok lo nemu amplop berisi cek Rp. 500.000.000.000,- siapa yang tau? Hanya Tuhan yang tau. Even lo batuk lo bisa mati kok bro, jadi balik ke prinsip gue tadi, jangan pernah analisa Tuhan. Doi ajaib, mending kita jalanin aja semuanya sebagaimana adanya. Terus kenapa gue jadi kotbah gini sih? Hmmm... Tuhkan, itu salah satu hal yang ga bisa gue analisa dengan cermat, karena gue nih daritadi nulis tanpa pemikiran yang dalem dan jari-jari ini terasa digerakkan oleh sesuatu yang bukanlah ajakan dari saraf motorik dari otak gue. Mungkin lo akan berpikir, "Udeh sih, sok banget iye lo! Kaya bener aja!" Oke baiklah, menurut lo nyeeeeeeeeeettttttttt... Hehehehehehe....
Jadi yaudah begitu aja deh postingan ini. Mau bahas yang lain jadi ga asik karena fokusdari postingan ini udah dapet kan. Kalo dicampur sama yang laen kayanya ga akan asik lagi. Jadi sebaiknya gue akhiri sampai sini aja. Semoga hari kalian malam kalian menyenangkan. Sayonara teman!
Selasa, 14 Februari 2012
Beberapa cerita yang pending dan cerita seharian ini...
Eh bentar deh!
Kayanya kesempatan gue untuk nulis disela-sela aktifitas ngantor akan sangat jarang terwujud. Dan nampak bahwa judul blog ini dan keadaan yang ga memungkinkan gue untuk ngepos disela kantor semakin ga relevan. Mungkinkah harus gue ubah judul blog ini atau emang belom ada kesempatannya aja, jadi gue tahan dengan judul ini? Saran dong :) Tulis dikolom komen yah! Thanks...
Oke, mulai ke inti postingan! Gue akan mulai dari unek-unek gue tentang Angelina Sondakh. Kalo lo follow twitter gue (@yehezkiel123) pasti tau kalo beberapa waktu yang lalu gue sempet sedikit ngebahas si wanita cantik yang berpendidikan tinggi dan sangat bersahaja ini. Mari gue jabarkan sedikit pengetahuan gue tentang track record ibu cantik ini. Seperti kita semua tau, dia adalah salah satu mantan puteri indonesia, i dont remember the year, but yeah, we all know that. Dari situ yang gue tau dia adalah seorang yang amat bersahaja, pintar, dan juga relijius. Sampai pada saat beberapa pendeta menyaksikan bahwa dia adalah salah satu hamba Tuhan (sebutan untuk orang kristen yang taat beragama dan rajin melayani di gereja) yang sangat berdedikasi untuk Tuhan. Dia kristen, pastinya yang gue maksud disini adalah Tuhan Yesus. Atas kemenangannya sebagai puteri indonesia dimasa yang lalu, Angie menyatakan rasa syukurnya dihadapan khalayak ramai kepada Tuhan Yesus, melalui kesaksiannya di gereja-gereja. Yadayadayada... sampai pada satu waktu gue tau dia pindah agama, dan lebih jauh, dilansir karena hubungannya dengan Aji Masaid. Gue sontak kaget dan sumpah... DROP GELA!
Oke, baiknya gue saranin untuk semua kita dalam hal ini bisa open minded dan bisa matang akan tanggapan yang akan gue keluarkan ini. Gue merupakan salah satu orang yang percaya bahwa mempermainkan Tuhan adalah sebuah kesalahan terbesar yang bisa dibuat oleh manusia, dan pindah agama (menurut gue) adalah salah satu bentuk "mempermainkan Tuhan". Disini gue hanya berpendapat sesuai kepercayaan gue, jadi tolong jangan keraskan hati kalian yah :) Yiuuuuuk ahhhh... Nah terus okelah, it's her choice kan yah ceritanya. Sampai pada saat gue tau masalah demi masalah datang silih berganti ke kehidupan Angie. Hmmm... Disinilah rasanya prinsip dasar gue yang tadi mulai mengukuhkan keyakinan gue bahwa emang jangan pernah kita "mempermainkan Tuhan". Satu hal yang menjadi inti semua ini, dan lagi-lagi ini hanya menurut gue sesuai kepercayaan gue; Tuhan marah.
It's better we cut the thing about her daripada lebih jauh akan ada perdebatan mengenai prinsip hidup yang menurut gue ga perlu banget untuk diperdebatkan karena balik lagi, itu adalah kepercayaan pribadi masing-masing kita. So yeah, move to the next topic. OH! Today is a Valentines day! HAPPY VALENTINES! Gue jomblo, jadi ga akan gue perpanjang bahasan ini. HAHAHAHAH... *ditimpuk sendal*
Sedikit curhat, gue lagi LDRan sama nih orang, posisi doi jauhnye minta amfun! Tapi apa mau dikata, hati ga bisa boong. Rasa sayang perlahan tumbuh ditengah ketidak-yakinan jiwa dan raga ini. Fyi, gue pernah trauma sama LDR, karena mantan gue yang pertama juga posisinya diujung dunia sebelah sana -__________- Tapi ya balik lagi, kalo emang nih hati nyantolnya disono, masa mau munafik untuk mengatakan tidak? WEEEEETTTTTSSSSSSSS, SYEDAAAAAAAPPPPPPPP!!!!
Segitu aja kaliyah untuk saat ini. Udah mulai stuck nih otak mengingat disekeliling gue mulai banyak mahkluk-makhluk yang denger-denger sih disebut manusia. (LOH JADI GUE INI BUKAN MANUSIA?!) Yang waras sih ketawa, kalo ga ketawa gue sumpahin ga bisa ketawa lo semua! *dikeroyok se-indonesia*
Udeh ah, BYE!
Kayanya kesempatan gue untuk nulis disela-sela aktifitas ngantor akan sangat jarang terwujud. Dan nampak bahwa judul blog ini dan keadaan yang ga memungkinkan gue untuk ngepos disela kantor semakin ga relevan. Mungkinkah harus gue ubah judul blog ini atau emang belom ada kesempatannya aja, jadi gue tahan dengan judul ini? Saran dong :) Tulis dikolom komen yah! Thanks...
Oke, mulai ke inti postingan! Gue akan mulai dari unek-unek gue tentang Angelina Sondakh. Kalo lo follow twitter gue (@yehezkiel123) pasti tau kalo beberapa waktu yang lalu gue sempet sedikit ngebahas si wanita cantik yang berpendidikan tinggi dan sangat bersahaja ini. Mari gue jabarkan sedikit pengetahuan gue tentang track record ibu cantik ini. Seperti kita semua tau, dia adalah salah satu mantan puteri indonesia, i dont remember the year, but yeah, we all know that. Dari situ yang gue tau dia adalah seorang yang amat bersahaja, pintar, dan juga relijius. Sampai pada saat beberapa pendeta menyaksikan bahwa dia adalah salah satu hamba Tuhan (sebutan untuk orang kristen yang taat beragama dan rajin melayani di gereja) yang sangat berdedikasi untuk Tuhan. Dia kristen, pastinya yang gue maksud disini adalah Tuhan Yesus. Atas kemenangannya sebagai puteri indonesia dimasa yang lalu, Angie menyatakan rasa syukurnya dihadapan khalayak ramai kepada Tuhan Yesus, melalui kesaksiannya di gereja-gereja. Yadayadayada... sampai pada satu waktu gue tau dia pindah agama, dan lebih jauh, dilansir karena hubungannya dengan Aji Masaid. Gue sontak kaget dan sumpah... DROP GELA!
Oke, baiknya gue saranin untuk semua kita dalam hal ini bisa open minded dan bisa matang akan tanggapan yang akan gue keluarkan ini. Gue merupakan salah satu orang yang percaya bahwa mempermainkan Tuhan adalah sebuah kesalahan terbesar yang bisa dibuat oleh manusia, dan pindah agama (menurut gue) adalah salah satu bentuk "mempermainkan Tuhan". Disini gue hanya berpendapat sesuai kepercayaan gue, jadi tolong jangan keraskan hati kalian yah :) Yiuuuuuk ahhhh... Nah terus okelah, it's her choice kan yah ceritanya. Sampai pada saat gue tau masalah demi masalah datang silih berganti ke kehidupan Angie. Hmmm... Disinilah rasanya prinsip dasar gue yang tadi mulai mengukuhkan keyakinan gue bahwa emang jangan pernah kita "mempermainkan Tuhan". Satu hal yang menjadi inti semua ini, dan lagi-lagi ini hanya menurut gue sesuai kepercayaan gue; Tuhan marah.
It's better we cut the thing about her daripada lebih jauh akan ada perdebatan mengenai prinsip hidup yang menurut gue ga perlu banget untuk diperdebatkan karena balik lagi, itu adalah kepercayaan pribadi masing-masing kita. So yeah, move to the next topic. OH! Today is a Valentines day! HAPPY VALENTINES! Gue jomblo, jadi ga akan gue perpanjang bahasan ini. HAHAHAHAH... *ditimpuk sendal*
Sedikit curhat, gue lagi LDRan sama nih orang, posisi doi jauhnye minta amfun! Tapi apa mau dikata, hati ga bisa boong. Rasa sayang perlahan tumbuh ditengah ketidak-yakinan jiwa dan raga ini. Fyi, gue pernah trauma sama LDR, karena mantan gue yang pertama juga posisinya diujung dunia sebelah sana -__________- Tapi ya balik lagi, kalo emang nih hati nyantolnya disono, masa mau munafik untuk mengatakan tidak? WEEEEETTTTTSSSSSSSS, SYEDAAAAAAAPPPPPPPP!!!!
Segitu aja kaliyah untuk saat ini. Udah mulai stuck nih otak mengingat disekeliling gue mulai banyak mahkluk-makhluk yang denger-denger sih disebut manusia. (LOH JADI GUE INI BUKAN MANUSIA?!) Yang waras sih ketawa, kalo ga ketawa gue sumpahin ga bisa ketawa lo semua! *dikeroyok se-indonesia*
Udeh ah, BYE!
Rabu, 08 Februari 2012
Seumbar berita yang mungkin...
Adalah gambaran sedikit dari rutinitas yang gue jalani hari ini.
Kaya biasanya, gue bangun dengan rasa syukur kepada Tuhan gue, yaitu Yesus, yang kemudian disamber cepat dengan rasa malas yang teramat sangat untuk beraktifitas hari ini. Oke, sebagai orang yang masih punya rasa tanggung jawab yang besar, gue kesampingkan semua itu dan berusaha menggerakkan pantat ini untuk segera bergegas mandi. Ngantuk dan tetek bengeknya seakan menghalangi dan walah, gue udah dikamar mandi. Nyanyi-nyanyi dikit gapapalah... Sabunan, sikat gigi, sampoan, kelar, beres-beres dikit, cus ngantor.
Sepanjang perjalanan ngantor udara yang asri menggoda-goda gue untuk cabut balik ke rumah, tidur dan kembali bermimpi indah (baca: bokep) tapi semuanya gue tepiskan demi menyukseskan cita-cita keluarga, dan lebih jauh mencerdaskan kehidupan bangsa. Sampailah di busway yang sesaknya ga kalah dari naik kereta ekonomi. Angkutan umum yang menjanjikan kenyamanan dan keamanan dari pemerintah ini rasa-rasanya justru merusak hari-hari beberapa orang yang memang harus beraktifitas menggunakan jasa angkutan ini. Dimana letak efektifitas yang dijanjikan pemerintah selama ini? Lebih dalam gue akan bahas tentang busway yang memang sering banget menimbulkan masalah. Oke, mulai dari keterbatasan unit yang sering menyebabkan keterlambatan, kurangnya pengaturan didalam halte yang sering menyebabkan keributan antar pengguna busway, seringnya trouble yang terjadi pada busway-nya itu sendiri, seperti mogok, rusak mesin, sampe gas yang tiba-tiba keluar dari bus sehingga keparnoan kita-kita pengguna busway meledak-ledak. Aaah, sudahlah, ngebahas busway serta masalah-masalahnya hanya akan bikin gondok gue tambah gede. LANJOOOTTT!
Back to the story line, kemudian sampai kantor, dan hasrat bekerja yang nampaknya sudah tidak nampak ini membuat jiwa dan raga gue menjadi sangat ga produktif. Ya begitulah kira-kira. Dengan sedikit motivasi akhirnya gue jalani sampai after office hour. Dan ya! saatnya pulang tapi bos manggil, dan akhirnya kerjaan baru. Mari gue perjelas, AFTER OFFICE HOUR-KERJAAN BARU. Okeeeeeeee... okeeeeeee.... konsekuensi sebagai bawahan yang punya atasan agak... yaaaaaahhhh... gicudeh kakaaaak, ngertilahyaaah...
Ketika hati ini berteriak, "LAPER WOOOOYYYYY, PULANG WOOOOYYYYY!!!" dan sedikit jelentikan dari malaikat (auk dah malaikat apa apaan tau itu) yang menyuruh gue untuk, balik lagi, bertanggung jawab. Selesai tuh kerjaan dan tengok dikit ke arah jam dinding, kemudian hanya helaan napaslah yang keluar dari diri ini. Udah deh, pulang yuk pulang...
Abis itu gue pulang, terus nulis nih blog, dan udah segitu doang ceritanya, kelar deh sampe sini. Oke bye! *ditimpuk granat*
Kaya biasanya, gue bangun dengan rasa syukur kepada Tuhan gue, yaitu Yesus, yang kemudian disamber cepat dengan rasa malas yang teramat sangat untuk beraktifitas hari ini. Oke, sebagai orang yang masih punya rasa tanggung jawab yang besar, gue kesampingkan semua itu dan berusaha menggerakkan pantat ini untuk segera bergegas mandi. Ngantuk dan tetek bengeknya seakan menghalangi dan walah, gue udah dikamar mandi. Nyanyi-nyanyi dikit gapapalah... Sabunan, sikat gigi, sampoan, kelar, beres-beres dikit, cus ngantor.
Sepanjang perjalanan ngantor udara yang asri menggoda-goda gue untuk cabut balik ke rumah, tidur dan kembali bermimpi indah (baca: bokep) tapi semuanya gue tepiskan demi menyukseskan cita-cita keluarga, dan lebih jauh mencerdaskan kehidupan bangsa. Sampailah di busway yang sesaknya ga kalah dari naik kereta ekonomi. Angkutan umum yang menjanjikan kenyamanan dan keamanan dari pemerintah ini rasa-rasanya justru merusak hari-hari beberapa orang yang memang harus beraktifitas menggunakan jasa angkutan ini. Dimana letak efektifitas yang dijanjikan pemerintah selama ini? Lebih dalam gue akan bahas tentang busway yang memang sering banget menimbulkan masalah. Oke, mulai dari keterbatasan unit yang sering menyebabkan keterlambatan, kurangnya pengaturan didalam halte yang sering menyebabkan keributan antar pengguna busway, seringnya trouble yang terjadi pada busway-nya itu sendiri, seperti mogok, rusak mesin, sampe gas yang tiba-tiba keluar dari bus sehingga keparnoan kita-kita pengguna busway meledak-ledak. Aaah, sudahlah, ngebahas busway serta masalah-masalahnya hanya akan bikin gondok gue tambah gede. LANJOOOTTT!
Back to the story line, kemudian sampai kantor, dan hasrat bekerja yang nampaknya sudah tidak nampak ini membuat jiwa dan raga gue menjadi sangat ga produktif. Ya begitulah kira-kira. Dengan sedikit motivasi akhirnya gue jalani sampai after office hour. Dan ya! saatnya pulang tapi bos manggil, dan akhirnya kerjaan baru. Mari gue perjelas, AFTER OFFICE HOUR-KERJAAN BARU. Okeeeeeeee... okeeeeeee.... konsekuensi sebagai bawahan yang punya atasan agak... yaaaaaahhhh... gicudeh kakaaaak, ngertilahyaaah...
Ketika hati ini berteriak, "LAPER WOOOOYYYYY, PULANG WOOOOYYYYY!!!" dan sedikit jelentikan dari malaikat (auk dah malaikat apa apaan tau itu) yang menyuruh gue untuk, balik lagi, bertanggung jawab. Selesai tuh kerjaan dan tengok dikit ke arah jam dinding, kemudian hanya helaan napaslah yang keluar dari diri ini. Udah deh, pulang yuk pulang...
Abis itu gue pulang, terus nulis nih blog, dan udah segitu doang ceritanya, kelar deh sampe sini. Oke bye! *ditimpuk granat*
Jadi inti dari blog ini...
Semacem perkenalan, sebenernya sih cuma biar bisa meluapkan hasrat nulis (baca: bacot) gue tersalurkan disela-sela kerjaan kantor yang kaya ga ada abisnya. Yaaa sebagian dari kalian ngertilah posisi gue (atau bisa gue bilang, kita-kita ini) yang profesinya adalah pekerja. Ketika kebosanan udah numpuk dileher, kepenatan udah ngegumpel dikepala, dan rasa pengen rerumpian lagi membuncah-ruah, ga ada hal yang lebih baik dari mencurahkannya disini, bukan-begitu-bukan?
Mungkin karena tulisannya juga merupakan isi dari jiwa yang gundah gulana ini, jadi akan sangat pointless dan bahasanya ga akan politis ataupun materi-materi yang berat, apalagi relijius. Kalo elo mengharapkan hal-hal itu, tolong hapus harapan itu sekarang juga! Yang akan lo dapet disini hanyalah celotehan yang mungkin, mungkiiiiiiinnnnnnn, bisa jadi mengena dengan keadaan lo. Yaaa bagusnya sih begitu yah...
Hematnya sih begitulah! Jadi tanpa berlama-lama lagi blog ini akan secara resmi gue publish. Mareeeeeee...
Eh bentar, ga sah kalo lo ga ngeliat muke gue, kan ga kenal maka ga sayang, cus!
Mungkin karena tulisannya juga merupakan isi dari jiwa yang gundah gulana ini, jadi akan sangat pointless dan bahasanya ga akan politis ataupun materi-materi yang berat, apalagi relijius. Kalo elo mengharapkan hal-hal itu, tolong hapus harapan itu sekarang juga! Yang akan lo dapet disini hanyalah celotehan yang mungkin, mungkiiiiiiinnnnnnn, bisa jadi mengena dengan keadaan lo. Yaaa bagusnya sih begitu yah...
Hematnya sih begitulah! Jadi tanpa berlama-lama lagi blog ini akan secara resmi gue publish. Mareeeeeee...
Eh bentar, ga sah kalo lo ga ngeliat muke gue, kan ga kenal maka ga sayang, cus!
Langganan:
Postingan (Atom)




