Keinginan gue untuk berceloteh disini nampaknya sudah membabi buta, karena ga ada bahan postingan pun kayanya ga memberhentikan gue untuk log in dan post entry baru. Maafkan saya para pemirsa, mungkin hanya disini saya bisa menuangkan isi kepala yang nampaknya ga bisa dituangkan dalam dunia nyata...
Ijinkan gue untuk bercakap-cakap tanpa arah karena balik lagi, isi kepala ini terlalu penuh dan butuh media penyaluran. Barusan baca tweet dari salah satu hamba Tuhan, yang sekarang menggerakkan pelayanan lewat dunia komersil, yaitu Phillip Mantofa. Sekedar memperkenalkan (padahal gue juga ga kenal sama beliau), dia adalah pendeta, atau let's just say 'hamba Tuhan' yang mukenye ganteng, ceramahnya asik, dan pembawaannya enak banget. Sekejap gue liat dia di salah satu televisi swasta, langsung cari twitternya (berharap dapet masukan-masukan yang membangun lewat tweetnya) dan ketemu, segera gue follow tanpa pemikiran yang panjang. Oke, cukup sekilas tentang dia, lanjut ke tweetnya, yang menurut gue simpel tapi JLEB ke hati banget. Kira-kira begini bunyi tweetnya, "Coba anda berdiam 1/2 jam, pikirkan apa tujuan Tuhan saat menciptakan anda ke dunia ini." Maaf kalo pak phillip liat dan ternyata salah, tapi yaaah, begicudeh kira-kiraaaa...
Hal pertama yang muncul dibenak gue adalah RETWEET!!! Setelah itu langsung deh terdiam beribu kata. Coba telaah baik-baik dan lakukan hal tersebut. Gue sih langsung kepikiran hidup gue yang susah dan kesuksesan gue dalam melaluinya. Sukses disini jangan disalah artikan. Sukses menurut gue belom tentu sama sama sukses menurut lo. Gue bisa dapet duduk di busway tanpa perlu berdesakan aja say thanks to my God, dan menganggap itu sebuah kesuksesan yang berasal dari Tuhan. Lebih simpel lagi adalah masih bisa napas di setiap bangun pagi itu merupakan kesuksesan dalam hidup gue, menurut gue. Kemudian setelah terdiam sejenak, dan terpikirkan semua kebaikan dan kesuksesan dalam hidup gue, pertanyaan-pertanyaan pun muncul di hati ini. Apakah gue udah bener-bener sukses? Apakah Tuhan merestui semua kesuksesan gue? Apakah Tuhan turut menganggap hal-hal yang menurut gue itu kesuksesan adalah sebuah kesuksesan? Jawaban-jawaban klise dan absurd pun muncul. Tapi kemudian, diantara pertanyaan dan jawaban itu tiba-tiba terpotong oleh sebuah kepercayaan dan prinsip hidup gue, yaitu *JANGAN PERNAH MENGANALISA TUHAN* Kemudian semuanya hilang dan diri gue terasa kosong, tapi bukan kosong yang melongo pertanda bodoh, tapi kosong yang sejahtera karena kayanya pertanyaan-pertanyaan yang muncul tadi sudah terjawab dengan satu kalimat barusan.
Kita ga pernah tau apakah besok Tuhan nge-cut napas kita dan hidup kita masih penuh kekecewaan. Kita ga pernah tau besok ada batu kecil, kita kesandung, lalu isdet. Yekaaan? Jadi yaaa, gue sih selalu megang prinsip itu. Tuhan itu Iya dan Amen. Apa yang menurut Dia terjadi ya terjadi, dan gitu juga sebaliknya. Tau-tau besok lo nemu amplop berisi cek Rp. 500.000.000.000,- siapa yang tau? Hanya Tuhan yang tau. Even lo batuk lo bisa mati kok bro, jadi balik ke prinsip gue tadi, jangan pernah analisa Tuhan. Doi ajaib, mending kita jalanin aja semuanya sebagaimana adanya. Terus kenapa gue jadi kotbah gini sih? Hmmm... Tuhkan, itu salah satu hal yang ga bisa gue analisa dengan cermat, karena gue nih daritadi nulis tanpa pemikiran yang dalem dan jari-jari ini terasa digerakkan oleh sesuatu yang bukanlah ajakan dari saraf motorik dari otak gue. Mungkin lo akan berpikir, "Udeh sih, sok banget iye lo! Kaya bener aja!" Oke baiklah, menurut lo nyeeeeeeeeeettttttttt... Hehehehehehe....
Jadi yaudah begitu aja deh postingan ini. Mau bahas yang lain jadi ga asik karena fokusdari postingan ini udah dapet kan. Kalo dicampur sama yang laen kayanya ga akan asik lagi. Jadi sebaiknya gue akhiri sampai sini aja. Semoga hari kalian malam kalian menyenangkan. Sayonara teman!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar